Ya, merek-merek seperti Ferrari, Porsche dan mobil sport ikonik lainnya kadang jadi simpanan yang manis saja di gudang. Malah ada yang sengaja menyimpan mobil demi mengeruk untung yang banyak di masa depan.
Hal ini disayangkan oleh Porsche. "Saya secara pribadi senang mobil-mobil saya digunakan, itu alasan kenapa kami memproduksinya, mereka terlalu bagus untuk dibiarkan dan menjadi sarang debu," ujar Kepala Pengembangan Porsche GT Andreas Preuninger seperti dilansir dari Car and Driver, Jumat (2/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak suka orang berbisnis membeli mobil kami untuk mengambil keuntungan. Itu bukan niatan kami. Kami sengaja menjual mobil dalam jumlah yang terbatas bukan untuk meningkatkan harganya. Kami tidak ingin menyimpan uang di atas atap mobil saat mobil keluar dari pabrik," jelasnya.
Karena itu Porsche pun menyiapkan strategi pengawasan bagi mereka yang suka melakukan hal ini. "Kami tidak memproduksi banyak mobil dan kami mengenal konsumen kami, kami ingin ada nama (konsumen) untuk setiap mobil yang kami produksi," ujarnya.
Jika ada konsumen yang niat awalnya sudah jelek, maka Porsche tidak akan memasukkan mereka dalam daftar calon konsumen pengguna mobil.
"Itu bukan hukuman, tapi strategi, untuk menyediakan mobil pada konsumen yang benar-benar akan menggunakannya. Saya rasa itu adalah cara yang adil," ujarnya.
Setuju bos! (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk