Gaikindo: APM Pasti Berlomba-lomba Buka Bengkel Uji KIR

Gaikindo: APM Pasti Berlomba-lomba Buka Bengkel Uji KIR

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 24 Mei 2017 17:00 WIB
Gaikindo: APM Pasti Berlomba-lomba Buka Bengkel Uji KIR
Foto: Pool
Jakarta - Pemerintah mulai menggandeng pihak swasta untuk menyediakan fasilitas uji kendaraan berkala (uji KIR). Kini, bengkel milik agen pemegang merek (APM) pun bisa menerima uji KIR itu.

Saat ini, sudah ada 110 bengkel APM di seluruh Indonesia yang siap menangani uji KIR. Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto, jumlah bengkel itu bakal terus bertambah.

Jongkie menyebut, pihaknya memang tidak menargetkan seberapa banyak bengkel yang bisa dijadikan tempat uji KIR. Kata dia, itu tergantung kemauan dari APM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi menurut saya, APM akan mencoba untuk membuka sebanyak mungkin bengkelnya untuk pengujian ini. Karena ini juga merupakan ajang promosi aftersales," kata Jongkie kepada detikOto.

"Misalnya ada satu merek yang cuma punya 5 bengkel, yang lainnya sudah ada ratusan, yang ratusan ini kan bisa jadi ajang promosi aftersales. Jadi pasti APM akan juga mengusahakan sebanyak mungkin bengkel dia untuk bisa terima uji KIR tersebut," tambahnya.

Saat ini, 110 bengkel APM yang bisa menerima uji KIR tersebar di Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi serta Bali dan Nusa Tenggara. Adapun 12 merek yang saat ini sudah siap dengan bengkel uji KIR antara lain Hino (37 bengkel), Chevrolet (25 bengkel), Mercedes (15 bengkel), Daihatsu (10 bengkel), Hyundai (6 bengkel), Isuzu (3 bengkel), Nissan (3 bengkel), Mitsubishi (3 bengkel), Honda (1 bengkel), Toyota (1 bengkel), UD Truck (1 bengkel) dan Suzuki (5 bengkel).

"Bedanya balai pengujian (pemeintah) dengan kita (swasta) adalah, kalau kita bengkel APM itu selain menguji, kalau ada sesuatu yang enggak beres, bisa juga menanyakan ke pemilik untuk penggantian suku cadang. Misalnya kampas rem sudah habis, bengkel nanya mau diganti enggak kampas remnya. Kalau di balai uji kan misalnya rem enggak bagus, betulin dulu, nanti balik lagi ke pengujian," ujar Jongkie. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads