Pabrikan Jepang kita ketahui banyak mendapatkan fasilitas dari pemerintah Indonesia, sementara Eropa boleh dibilang masih kurang. Apakah ada saran pabrikan Eropa seperti Renault kepada pemerintah terkait hal ini?
"Kalau itu saya tidak bisa jawab, karena semua orang (pabrikan-Red) ingin jualan. Dan satu-satunya jalan mesti lebih mengenalkan karakternya kepada orang (konsumen-Red) Indonesia. Di sini after sales bisa berperan," kata Sales & Marketing Division Head Renault Indonesia, Ario Soerjo, kepada detikOto
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk merek gede (brand besar-Red) itu berbeda kebutuhan, semua kebutuhannya berbeda-beda. Kalau Renault, karena aliansi dengan Nissan, kami akan memanfaatkannya dengan menyediakan after sales di area yang belum ter-cover," ujarnya.
"Kita ingin membuat orang lebih nyaman, dengan memberikan pelayanan terbaik, mudah merawat, otomatis mereka merasa lebih aman memiliki mobil. Dan kalau soal pabrik, Renault pabrik sudah ada. Karena kita aliansi dengan Nissan. Kalau inginnya nih, kita ingin membuat satu model di Indonesia dan khusus Indonesia," tambahnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?