Hal ini diamini oleh Donny Saputra, 4W Market Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Ditemui pasca peluncuran Suzuki IGNIS di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Senin (17/4/2017), Donny mengungkapkan pendapatnya mengenai LCEV serta harapan Suzuki untuk rencana program pemerintah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donny berkata, program LCEV ini akan menimbulkan dua efek, yaitu efek bagi manufaktur dan efek bagi konsumen.
"Untuk manufaktur tentu nanti akan ada insentif dari pemerintah terhadap projek tersebut. Akan tetapi tidak serta merta semua manufaktur bisa menikmati insentif, jadi yang paling menikmati nantinya ya konsumen," jelas Donny.
Ia juga mengutarakan harapannya mengenai program LCEV ini. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus baru untuk konsumen dalam melakukan pembelian mobil nantinya.
"Kita tahu ada stimulus ekonomi, ada juga stimulus produk. Nah LCEV ini diharapkan bisa memberikan stimulus ketiga, yaitu dari segi regulasi pemerintah. Efeknya ya nanti akan menambah jumlah penjualan," ungkap Donny.
Donny menambahkan bahwa kondisi seperti ini sudah terjadi pada tahun lalu ketika LCGC mulai marak dikenal masyarakat. Hasilnya, pertumbuhan LCGC termasuk yang paling tinggi pada tahun 2016, bersama dengan SUV.
Oleh karena itu dirinya menyatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah komunikasi antara pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian misalnya, kepada para manufaktur untuk memberikan sosialisasi lebih lanjut mengenai LCEV ini.
"Sebenarnya kembali lagi ke apa objektif LCEV ini. Saya rasa teman-teman di perindustrian sudah punya formulanya, tinggal bagaimana nanti lebih intens komunikasi dengan manufaktur, ke Gaikindo, untuk bahas LCEV ini," tutup Donny. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Tampang SUV Seharga Rp 104 Jutaan yang Sudah Bisa Dipesan di Dealer