Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 12 April 2017, 09:40 WIB

Pilih LCEV atau LCGC, Suzuki?

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Pilih LCEV atau LCGC, Suzuki? Suzuki Wagon R (Foto: detikOto)
Tangerang - Program pemerintah di industri otomotif roda empat Indonesia yaitu Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), akan segera punya teman baru, yaitu Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Wacananya, LCEV berlaku untuk mobil dengan mesin 1.200 cc hingga 2.000 cc.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Suzuki di Indonesia mengaku siap dengan program baru yang akan diluncurkan pemerintah yaitu Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Sedangkan untuk program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau yang sering disebut Low Cost Green Car (LCGC), SIS sudah ikut bermain dan punya produknya.

Lalu, jika nanti LCEV telah diterapkan, lebih tertarik bermain di segmen yang mana Suzuki?

"Suzuki akan support perkembangan teknologi dan regulasi (dari pemerintah), gitu aja simpel aja," ujar 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Setiawan Surya, kepada wartawan, di Tangerang, Selasa (11/4/2017).

Menurut Setiawan, semua kebijakan yang dibuat dan diberlakukan oleh pemerintah tentu bertujuan baik, dan harus dipatuhi.

"Harus bisa, kalau enggak, enggak bisa bermain. Kita teknologi ada tinggal kita ngikutin aja. Kalau enggak siap tersingkir kita," ucapnya.

Program LCEV nantinya akan diisi dengan mesin berkapasitas 1.200 cc hingga 2.000 cc, dan akan terdapat bermacam teknologi, diantaranya mesin berbahan bakar gas dan teknologi kendaraan listrik.

"Listrik belum, karena kan berkaitan dengan infrastruktur dan sebagainya, belum lah ya," kata Setiawan.

Namun untuk teknologi gas, dirinya mengatakan Suzuki sudah siap. Bahkan kata Setiawan untuk gas, Suzuki India sudah punya teknologi dan sudah memproduksi mobil berbahan bakar gas tersebut.

"Mungkin kalau tidak salah sekitar 30 persenan, ya kita juga suplai untuk yang gas, kalau gas kan tinggal tambahconverter aja sebenarnya, bahan bakarnya tetap bensin kan. Kalau enggak salah ada 3 bagian yang menetapkan bahan bakar gas, ya kita suplai ke sana sudah yang gas," pungkasnya. (khi/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +