PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Suzuki di Indonesia mengaku siap dengan program baru yang akan diluncurkan pemerintah yaitu Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Sedangkan untuk program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau yang sering disebut Low Cost Green Car (LCGC), SIS sudah ikut bermain dan punya produknya.
Lalu, jika nanti LCEV telah diterapkan, lebih tertarik bermain di segmen yang mana Suzuki?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Setiawan, semua kebijakan yang dibuat dan diberlakukan oleh pemerintah tentu bertujuan baik, dan harus dipatuhi.
"Harus bisa, kalau enggak, enggak bisa bermain. Kita teknologi ada tinggal kita ngikutin aja. Kalau enggak siap tersingkir kita," ucapnya.
Program LCEV nantinya akan diisi dengan mesin berkapasitas 1.200 cc hingga 2.000 cc, dan akan terdapat bermacam teknologi, diantaranya mesin berbahan bakar gas dan teknologi kendaraan listrik.
"Listrik belum, karena kan berkaitan dengan infrastruktur dan sebagainya, belum lah ya," kata Setiawan.
Namun untuk teknologi gas, dirinya mengatakan Suzuki sudah siap. Bahkan kata Setiawan untuk gas, Suzuki India sudah punya teknologi dan sudah memproduksi mobil berbahan bakar gas tersebut.
"Mungkin kalau tidak salah sekitar 30 persenan, ya kita juga suplai untuk yang gas, kalau gas kan tinggal tambahconverter aja sebenarnya, bahan bakarnya tetap bensin kan. Kalau enggak salah ada 3 bagian yang menetapkan bahan bakar gas, ya kita suplai ke sana sudah yang gas," pungkasnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...