Riset terbaru Google menunjukkan, 72 % konsumen mobil menggunakan internet untuk membantu mereka menentukan keputusan pembelian mobil.
Data ini tentu menjadi bahan analisis baru bagi pabrikan untuk lebih gencar memanfaatkan internet untuk menjual produk mereka.
Hal ini diamini oleh Head of Industry Google Indonesia, Amalia Fahmi, yang menyatakan bahwa internet bisa menjadi sarana yang bagus untuk pabrikan mempromosikan mobil mereka.
"Rata-rata seseorang membuka handphone-nya sebanyak 150 kali tiap harinya. Ini menunjukkan bahwa smartphone kini sangat dominan, ini kesempatan bagi para automakers untuk tampil saat orang-orang sedang gemar-gemarnya memainkan handphone mereka," ujar Amalia.
Google Indonesia pun memberikan tiga trik khusus bagi automakers dalam memanfaatkan internet untuk memasarkan produk mereka. Pertama, para pabrikan harus memiliki website resmi yang tak hanya menarik tapi juga memberi informasi yang jelas.
"Website itu seperti showroom. Kalau di dunia nyata kita buat showroom bagus untuk menarik pelanggan, di era sekarang ini website juga perlu dipercantik. Selain itu website juga harus menyajikan informasi yang relevan dan berguna bagi konsumen," jelasnya.
Trik kedua dari Google ialah pabrikan harus memastikan mereka memiliki aplikasi mobile. Hal ini penting karena saat ini biasanya orang hanya membuka desktop ketika sudah berada di rumah.
Yang terakhir, Amalia menyatakan bahwa para pabrikan harus bisa manfaatkan mesin pencari dan video promosi.
"Video bisa memberikan pengaruh lebih positif bagi brand ketika dilihat calon konsumen. Sementara search itu bisa digunakan 24 jam, jadi memudahkan konsumen saat mau mencari info tentang mobil yang mereka akan beli. Ini benar-benar harus bisa dimanfaatkan oleh automakers," papar Amalia.
Pernyataan Amalia tentu bukan tanpa alasan. Riset Google menunjukkan bahwa 83% konsumen berubah pikiran saat melihat video dari mobil atau brand yang akan mereka beli. Selain itu, melalui video, 68% konsumen terekspos brand yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sehingga akhirnya mempengaruhi pengambilan keputusan mereka saat ingin membeli mobil. (lth/lth)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes