Euro 4 Diterapkan, Ekspor Mobil Bisa Bertambah?

Euro 4 Diterapkan, Ekspor Mobil Bisa Bertambah?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 11 Apr 2017 12:11 WIB
Euro 4 Diterapkan, Ekspor Mobil Bisa Bertambah?
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Di Indonesia, mobil-mobil yang diekspor saat ini sudah bisa memenuhi standar emisi yang tinggi. Tapi, saat ini Indonesia masih menerapkan standar emisi Euro 2 untuk pasar domestik.

Beberapa kali pelaku industri otomotif berbicara soal kendala mengekspor mobil karena harus memisahkan lini produksi mobil untuk pasar domestik yang Euro 2 dan lini produksi mobil untuk ekspor dengan standar emisi yang lebih tinggi. Dengan diterapkannya Euro 4 di Indonesia, dipercaya produksi mobil untuk diekspor lebih mudah karena tak perlu dipisahkan lini produksinya.

Lantas, dengan diberlakukannya Euro 4 dalam 18 bulan ke depan, apakah langsung berdampak kepada peningkatan jumlah ekspor mobil? Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor, Sudirman MR menjawab, peningkatan volume ekspor tergantung dengan permintaan pasar di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kan kami ekspor sudah Euro 4. Sekarang kami mencari pasar terus. Tergantung pasar di luar. Malah kalau kami mencari pasar di luar, kami tidak ada batasan Euro berapa. Apa yang dia minta ya kami penuhi. Sekarang itu yang kami ekspor ada Euro 4, malah ada yang Euro 5. Kami lakukan itu untuk ekspor. Jadi tidak terkait langsung ke sana," kata Sudirman.

Bedanya, lanjut Sudirman, kalau Euro 4 sudah diterapkan di Indonesia, maka akan lebih mudah. Karena, pihaknya tak perlu memisahkan lini produksi kendaraan antara pasar domestik dan ekspor.

"Kalau sekarang (karena masih Euro 2-Red) kan ada hitung lagi, dipisahkan untuk kendaraan ekspor saja. Tapi untuk mencari pasar ekspor, bukan meurpakan kendala. Kami siap. Kami haus sekali untuk meningkatkan ekspor," katanya.

Tahun lalu, kata Sudirman, total ekspor Daihatsu sudah mencapai 14 persen dari total produksi di Indonesia. Tahun ini diperkirakan masih berkisar di angka itu.

"Kan yang diproduksi Astra Daihatsu Motor kan ada merek Toyota dan Dahiatsu. Total produksi ADM tahun lalu itu kan 521 ribu, kami ekspornya sekitar 170 ribu atau 14 persen. Tahun ini masih sekitar segitu. Soalnya pasar ekspor itu berat. Susah untuk naik, kita maintain itu saja. Tim kami dan prinsipal terus mencari peluang," ujar Sudirman. (rgr/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads