Beberapa kali pelaku industri otomotif berbicara soal kendala mengekspor mobil karena harus memisahkan lini produksi mobil untuk pasar domestik yang Euro 2 dan lini produksi mobil untuk ekspor dengan standar emisi yang lebih tinggi. Dengan diterapkannya Euro 4 di Indonesia, dipercaya produksi mobil untuk diekspor lebih mudah karena tak perlu dipisahkan lini produksinya.
Lantas, dengan diberlakukannya Euro 4 dalam 18 bulan ke depan, apakah langsung berdampak kepada peningkatan jumlah ekspor mobil? Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor, Sudirman MR menjawab, peningkatan volume ekspor tergantung dengan permintaan pasar di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bedanya, lanjut Sudirman, kalau Euro 4 sudah diterapkan di Indonesia, maka akan lebih mudah. Karena, pihaknya tak perlu memisahkan lini produksi kendaraan antara pasar domestik dan ekspor.
"Kalau sekarang (karena masih Euro 2-Red) kan ada hitung lagi, dipisahkan untuk kendaraan ekspor saja. Tapi untuk mencari pasar ekspor, bukan meurpakan kendala. Kami siap. Kami haus sekali untuk meningkatkan ekspor," katanya.
Tahun lalu, kata Sudirman, total ekspor Daihatsu sudah mencapai 14 persen dari total produksi di Indonesia. Tahun ini diperkirakan masih berkisar di angka itu.
"Kan yang diproduksi Astra Daihatsu Motor kan ada merek Toyota dan Dahiatsu. Total produksi ADM tahun lalu itu kan 521 ribu, kami ekspornya sekitar 170 ribu atau 14 persen. Tahun ini masih sekitar segitu. Soalnya pasar ekspor itu berat. Susah untuk naik, kita maintain itu saja. Tim kami dan prinsipal terus mencari peluang," ujar Sudirman. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih