Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, yang mengatakan KBH2 akan tetap berjalan.
"Jadi kita tidak pernah menghapus, jadi yang ada kan memang spesial tarif, artinya kalau mobil lain ada biaya mobil mewah. Tapi tidak ada yang dihapus," katanya, kepada wartawan, di Karawang, Senin (10/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tentu harapannya KBH2 nanti akan mampu mengikuti hemat energi yang lebih besar lagi," ucapnya.
Untuk KBH2 sendiri dijelaskan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, bukan untuk nenggantikan LCGC.
"Jadi KBH2 itu dirancang untuk kendaraan yang lebih hemat dan harganya terjangkau, bahasa Inggrisnya LCGC. Nah sekarang kalau ada green-nya selalu mikirinya itu selalu listrik, makanya saya cenderung pakai lah KBH2 sesuai dengan Permeneperin 33/2013. Jadi itu yang kita pakai dasarnya," tuturnya.
Selain itu Airlangga juga mengatakan, infrastruktur telah siap untuk mendukung keberadaan mobil dengan mesin hybrid, yang saat ini sedang dalam tahap evaluasi.
"Infrastruktur untuk hybrid kan kita ada proyek 35.000 mega watt jadi bisa cocok. Dan hybrid sekarang lebih sederhana jadi bisa di plug and play di rumah, atau di mana, mungkin di multi store juga bisa," pungkasnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun