Penutupan pabrik dan pemberhentian penjualan model Spin diakui General Motors Indonesia selaku Agen Pemegang Merek (APM) Chevrolet di Indonesia karena ongkos produksi terlalu mahal. Sehingga MPV tersebut harus mengalah pada pabrikan Jepang.
"Spin kami tidak cukup kuat di pasar Indonesia, ongkos produksi tinggi jadi harganya lebih mahal sehingga tak bisa bertahan," kata Presiden Direktur General Motors Indonesia, Gaurav Gupta di Komune Hotel, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak (Spin dijual lagi di Indonesia). Saat ini kami punya rencana lain dan kami fokus untuk apa yang kita punya. Kami juga melihat segmen baru yang mungkin saja kami bisa masuk," jelas Gaurav. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih