Seperti yang disampaikan Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara terkait emisi bahan bakar Euro 4 harus diperhatikan.
"Teknologi Euro 4 ini lebih sensitif daripada Euro 2, artinya kalau bahan bakar tidak sesuai dengan spesifikasi itu, kalau mobil yang sudah dilengkapi OBD (On-board diagnostics) itu mobilnya berhenti, enggak bisa diservis. Apa pun juga selama bahan bakarnya tidak sesuai dengan spesifikasi mobilnya tidak akan jalan, karena default-nya di luar negeri seperti itu di negara-negara maju," ujarnya, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai orang nakal yang menggunakan bahan bakar tidak sesuai spesifikasi itu, bisa memberikan polusi yang buruk, akhirnya masyarakat yang tidak tahu apa-apa, itu bisa kena dampaknya," kata Kukuh.
Meski demikian Kukuh mengatakan, hal ini dapat diatasi seiring teknologi yang akan dikembangkan oleh setiap pemain di industri otomotif.
"Kalau sudah dikunci dengan teknologi yang dimiliki oleh produsen bermotor, bisa terlindungi. Jadi kalau ada kendaran yang bahan bakar jelek ada OBD-nya bisa terdeteksi, enggak mau jalan kencang, biasanya di dashboard muncul minta ke bengkel," ucap Kukuh.
"Ini yang perlu jadi perhatian, jadi kita harus terus mengawal ketersediaan bahan bakar. Jangan sampai produk siap, bahan bakar belum ada," tandasnya. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...