"Belum lama ini saya sempat ikut conference OICA di Moscow dan benar kita lebih baik lihat tren saja dulu kemana. Namun di Eropa yang saya dapatkan kemarin adalah mereka mulai meninggalkan electric car kenapa? salah satu problemnya adalah baterainya," kata Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara.
Menurutnya, permasalahan baterai tersebut adalah ketika masa baterai sudah habis, belum ada tempat pembuangan atau daur ulang. Justru kini kembali ke mesin berbahan bakar bensin tapi bahan bakar yang lebih efisien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun tetangga kita, Thailand dan malaysia dua-duanya mengembangkan electric car dan menyiapkan infrastrukturnya, tapi Indonesia juga menyiapkan alternatif bahan bakar dengan gas ini juga menarik, diversifikasi bahan bakar. Kalau infrastruktur ada dan harga kompetitif mungkin konsumen mengarah kesana," sambung Kukuh. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu