Memulai hari pertama Datsun Risers Expedition (DRE 2) di wilayah Makassar, 12 Risers dan rombongan jurnalis mengunjungi Benteng Fort Rotterdam, Senin (20/3/2017). Benteng merupakan peninggalan Kesultanan Gowa di abad ke-17 yang berada di kawasan Pantai Losari, Makassar,
Sebelumnya, para Risers dilepas secara resmi di showroom Datsun Makassar di jalan Gunung Latimojong. Tiba di benteng, para Risers disambut tari Paddupa diiringi tabuhan gendang Ganrang Bulo khas Makassar.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman |
Puluhan peserta DRE 2 lebih dahulu mengunjungi Museum Lagaligo di dalam kompleks benteng untuk menyaksikan benda-benda peninggalan nenek moyang orang Sulawesi Selatan, dari zaman pra sejarah hingga jaman sebelum Indonesia merdeka.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman |
Para Risers juga menyaksikan sel tahanan Pangeran Diponegoro saat ditahan oleh penjajah Belanda di dalam benteng.
Setelah itu, para risers diberi kesempatan selama satu jam untuk mengikuti kelas inspirasi bersama maestro pelukis tanah liat, Zainal Beta (56), di gedung aula benteng. Para risers tampak antusias mencoba melukis di atas karton putih menggunakan tanah liat. Lebih dahulu, Zaenal Beta memperagakan melukis gambar perahu phinisi di tengah samudera dan rumah Tongkonan adat Toraja dengan waktu tidak lebih dari 3 menit.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman |
Iwenk, risers asal Garut, Jawa Barat, mengaku mendapatkan pengalaman berharga mengunjungi Benteng Rotterdam dan ikut mencoba melukis menggunakan tanah liat.
"Ini pertama kali saya melihat ada lukisan dari tanah liat, sangat menginspirasi bisa mencobanya dan menyaksikan kemegahan benteng Rotterdam," tutur Iwenk.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman |
Usai mengunjungi Benteng Rotterdam, para Risers melanjutkan perjalanannya menuju Kabupaten Maros, di kawasan sungai dan pebukitan karst Rammang-rammang, melintasi kawasan taman purbakala Leang-leang dan air terjun Bantimurung.
Foto: Ridho |
(mna/ddn)












































Foto: Muhammad Nur Abdurrahman
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman
Foto: Ridho
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas