Seperti dilansir Reuters, Kamis (16/3/2017) CEO Renault, Carlos Ghosn, disebut-sebut menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kasus ini.
Renault sendiri telah beberapa kali menampik isu yang menerpa mereka terkait kecurangan emisi ini. Saham Renault pun seketika merosot 3,7 persen setelah kabar investigasi ini diterbitkan oleh harian lokal Liberation.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari beberapa investigasi yang dilakukan ditemukan bahwa terdapat jumlah Nitrogen Oxide (NOx) 10 kali lebih banyak dari aturan yang diperbolehkan pada mobil keluaran GM, Renault, dan Fiat Chrysler.
Renault dalam pernyataannya yang baru dikirim ke redaksi detikOto mengatakan Renault saat ini belum bisa berkomentar banyak mengenai proses investigasi ini karena mereka tidak diberi akses ke sana.
"Sebagai konsekuensinya, Renault tidak bisa mengonfirmasi kebenaran berita itu. Renault akan membuktikan kepatuhannya dalam setiap regulasi dan siap memberikan penjelasan kepada para hakim dalam kasus ini," tulis Renault.
Renault Group menyatakan mereka tidak pernah melanggar aturan Eropa atau aturan negara lain mengenai homologasi kendaraan. Kendaraan Renault tidak dilengkapi dengan perangkat yang bisa mencurangi emisinya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya