Malah menurut Kementerian Perindustrian masih ada potensi untuk industri otomotif untuk tumbuh.
Menperin Airlangga Hartarto memprediksi dalam 3 tahun lagi yakni di 2020 penjualan mobil akan mencapai 2,5 juta unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung industri otomotif yang membutuhkan bahan baku, Airlangga mengatakan Kemenperin sudah merangsang investasi baru di sektor pelat baja. "Dimana tahun 2017 ada 800.000 ton bisa masuk ke sektor industri otomotif," ujarnya.
Untuk masalah tenaga kerja, Airlangga meminta produsen mobil untuk tak segan menyerap lulusan vokasi, atau lebih baik lagi jika industri bisa membina sampai minimal 5 sekolah kejuruan.
"Kami mendorong untuk dilakukan kemitraan antara industri dan pendidikan untuk link and match kami mulai di Jatim satu industri membina 5 kejuruan. Kita tahu lulusan SMA ada 3,3 juta sementara perguruan tinggi hanya bisa menyerap 1,7 juta sehingga ada 1,6 juta yang harus diserap. Dan karena itu ditargetkan tahun 2019 1 juta lulusan bisa dari sekolah vokasional," tutup Menperin. (ddn/dry)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas