Dia membuat mobil Fin Komodo ini dengan melibatkan pengetahuannya dalam mendesain pesawat terbang.
"Ini pakai penggerak 4x2 tapi kuat untuk nanjak-nanjak. Pertama karena mobil ini ringan, lalu mobil ini rangka dan suspensinya lentur," kata Ibnu kepada detikOto di markasnya di Cimahi, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat terbang, kata Ibnu, dirancang lentur dan ringan. Nah, frame Fin Komodo ini dibuat lentur seperti pesawat terbang sehingga selalu mendapatkan traksi walaupun penggerak dua roda.
"Mobil ini kami rancang lentur. Memang tidak kelihatan lenturnya secara visual, tapi bisa dirasakan. Suspensi sama frame itu lentur dan itu terintegrasi," kata Ibnu.
Mobil ini pun disebut Ibnu nyaman untuk melibas segala medan. Karena frame dan suspensi dibuat lentur, guncangan-guncangan pada setiap medan terjal sekalipun tidak kentara.
"Jadi walaupun medan kayak apa aja itu seperti naik sedan di jalan tol. Itulah memang kami rancang seperti itu," kata Ibnu.
Selain itu, mobil nasional Fin Komodo ini juga memiliki keunggulan lain seperti bobot yang ringan dan mesin yang efisien. Fin Komodo memiliki bobot hanya sekitar 400 kg.
"Engine-nya sangat irit, bisa 1:20. Dan perawatannya sangat murah dan mudah," kata Ibnu.
Perawatan mobil ini, lanjut Ibnu, bisa dilakukan di bengkel manapun. Suku cadangnya pun tersedia.
"Kalau suku cadangnya tidak ada di daerah itu, kami suplai dari Cimahi. Semuanya suku cadang di seluruh dunia kita suplai dari sini. Itulah kita rancang memang kita siapkan semuanya," ujar Ibnu.
Lalu, keunggulan selanjutnya adalah, mobil ini dibanderol murah. Menurut Ibnu, Fin Komodo dijual mulai Rp 88 jutaan. "Harga itu tergentung misinya. Ada yang untuk militer, perkebunan, pertambangan, ambulans, dan sebagainya," ucap Ibnu (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya