Hal ini diamini oleh Presiden Direktur PT. Fin Komodo Ibnu Susilo. Ditemui detikOto di pabriknya di Cimahi, Jawa Barat, Ibnu mengaku cukup sulit untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat.
"Fin Komodo ini kan dilahirkan mulai dari bayi, istilahnya kita modal juga dengan modal sendiri, pas-pasan. Jadi kami gak punya modal untuk promosi besar-besaran. Itu yang sebetulnya membuat kami gak dikenal," ungkap Ibnu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini kami hanya melalui media dan pameran-pameran. Diundang sama EO-EO yang memang cinta Indonesia, bukan seperti pemilik modal yang besar," tambah Ibnu.
Meski begitu, Ibnu berujar bahwa Fin Komodo memiliki formula khusus untuk tetap bertahan hingga saat ini.
"Step by step produk yang sudah tersebar itu aftersales-nya terdukung karena memang sistem yang kami bikin memang formula Indonesia. Jadi formula-formula untuk menghitung kendaraan, kestabilan, lalu menghitung bagaimana metode industrinya, metode aftersales servis nya, nah itu kita menggunakan formula sendiri," katanya.
Ibnu berkata bahwa seperti itulah formula yang harus dilakukan di Indonesia. Formula ini ia harapkan dapat membantu menghitung pertumbuhan Fin Komodo saat ini hingga masa mendatang.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Tanggapan TransJakarta soal Emak-emak Ngamuk Nggak Dikasih Duduk
Biaya Perpanjang SIM Mati tanpa Bikin Baru