detikOto berkesempatan mewawancarai langsung Presiden Direktur PT. Fin Komodo, Ibnu Susilo, Selasa (7/3/2017), di pabrik pembuatan mobil Fin Komodo, Cimahi, Jawa Barat. Secara rinci Ibnu menjelaskan setiap tahapan produksi mobil pedesaan milik mereka.
"Semua diawali oleh desain. Setelah itu dihitung kekuatan dan umur komponen. Jangan sampai memengaruhi kestabilan. Setelah itu baru vibrasi dan performanya kita hitung juga, untuk nantinya kita tempatkan menjadi konfigurasi Fin Komodo. Lalu kita produksi suku cadang per suku cadangnya," papar Ibnu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Lebih lanjut Ibnu mengatakan, tiap komponen mobil dirakit sendiri di pabrik tersebut dengan melalui perhitungan yang matang serta pengawasan kualitas yang jelas. Begitu pun untuk perakitan kerangka mobil.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
"Awalnya kita desain lalu kita break down. Fin Komodo ini ada sekitar 1.500 komponen. Tiap komponen punya parameter QCD (quality, cost, dan delivery) untuk menghitung biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu unit Fin Komodo ini. Setelah menjadi detail drawing, tadinya kan masih bentuk 3 dimensi, nanti kita buatkan menjadi 2 dimensi. Dari 2 dimensi nanti akan turun ke manufacturing. Dari manufacturing akan diikuti part by part," tambah Ibnu.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan proses sub-assembly. Proses ini terdiri dari perakitan frame, engine, system, mechanical, dan power train. Setelah proses ini selesai, barulah mobil masuk ke proses assembly untuk disatukan. Kemudian mereka menamai mobil yang hampir jadi ini disebut grey vehicle.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
"Nah yang abu abu ini masih belum punya customer, namanya grey vehicle. Tinggal nanti inginnya diwarnai apa dan misinya untuk apa," ungkapnya.
Tapi ternyata, saat mobil sudah terbentuk secara keseluruhan, pihak Fin Komodo tidak langsung melepas produk mereka ke konsumen. "Setelah firm semua, kita tes fungsi dulu, baru nanti kita tes jalan. Setelah tes jalan oke, baru nanti bisa kita deliver ke konsumen," tutup Ibnu.
Mobil siap bermain di habitatnya. Foto: Rangga Rahadiansyah |












































Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Mobil siap bermain di habitatnya. Foto: Rangga Rahadiansyah

Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!