Senin, 06 Mar 2017 09:03 WIB

Mobil Pedesaan

Mobil Desa Harus Fleksibel

M Luthfi Andika - detikOto
Ilustrasi: Foto Andhika Akbarayansyah Ilustrasi: Foto Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Mobil desa sudah masuk tahap desain. Ada 5 nominasi desain mobil dalam lomba desain yang diadakan Kementerian Perindustrian dan Institut Otomotif Indonesia.

5 Desain mobil pedesaan itu merupakan hasil desain 5 universitas yakni Argani Grand Pick Up oleh tim Telkom University, Waprodek Disel oleh tim Institut Teknologi Surabaya (ITS), Mobil Desa Serbaguna oleh tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro dari tim Universitas Diponegoro (Undip), dan Mobil Desa Nasional oleh tim Unnes.

Presiden IOI, I Made Dana Tangkas memberikan syarat agar desain mereka diterima jadi desain mobil desa.

"Disain kendaraan harus fleksibel, tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga untuk digunakan untuk alat-alat produksi seperti alat-alat pertanian," kata Presiden IOI, I Made Dana Tangkas di Jakarta.

Selain untuk mengembangkan kreativitas masyarakat pencinta otomotif, penyelenggaraan lomba ini juga diharapkan bisa melahirkan berbagai prototipe kendaraan pedesaan di masa datang.

Menurut Made, pengembangan dan disain alat angkut atau kendaraan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan mobilitas hasil produk ekonomi pedesaan seperti pertanian dan peternakan, tapi juga sekaligus untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, disain kendaraan akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter perekonomian masing-masing daerah.

Pengembangan alat angkut desa ini merupakan program Kemenperin sehingga lisensinya ada di instansi pemerintah ini. Setiap daerah berpotensi mengembangkan kendaraan pedesaan dengan menggunakan lisensi dari kementerian.

"Ini agar potensi pasar kendaraan ini bisa diarahkan untuk pengembangan industri kecil menengah atau IKM di setiap daerah. Dan diharapkan dalam implementasi kendaraan pedesaan ini akan dijalankan oleh pelaku industri domestik," kata Made.

Made Dana mengatakan, untuk mengikuti lomba desain ini peserta telah menyampaikan proposalnya ke IOI dan telah diseleksi oleh para juri yang berasal dari berbagai unsur, termasuk dari jurnalis.

Bagi peserta yang berhasil dalam tahap seleksi, akan diberi bantuan dana Rp 5 juta untuk mewujudkan disainnya dalam bentuk mock up sederhana (1:5), selanjutnya mock up akan dipamerkan pada Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor 2017 di Bali yang akan dibuka Menperin Airlangga Hartato, dan dilakukan penjurian untuk menentukan pemenangnya.

Sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, pemerintah telah menetapkan industri alat transportasi atau otomotif sebagai salah satu andalan untuk mendukung Indonesia menjadi negara industri yang berdaya saing kuat pada 2035 mendatang.

Dalam RIPIN ditetapkan, pada 2020 mendatang kontribusi industri manufaktur nonmigas terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) yang kini sebesar 21,2% menjadi 30% pada 2035. Untuk itu dibutuhkan laju pertumbuhan industri ini dari saat ini sebesar 6,8% menjadi 8,5% pada 2020, kemudian naik 9,1% pada 2025 dan mencapai 10,5% pada 2035.

Salah satu sektor yang menjadi andalan untuk mencapai sasaran tersebut adalah industri otomotif yang dalam 10 tahun terakhir ini berkembang pesat. "Kontribusi industri otomotif terhadap PDB nantinya diharapkan bisa mencapai 8-10%, dari saat ini baru sekitar 3%," kata Made Dana.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed