"Kembali kalau kita lihat memang satu memang kelemahan yaitu kita belum mempunyai produk yang ada di segmen volumenya, yaitu small MPV. Karena biggest volume di Indonesia itu adalah small MPV, nah ini yang harus kita katakan Hyundai belum ada. Yang diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama ini kita tentunya ada suatu produk yang bisa bermain di pangsa pasar cukup gemuk, ini yang paling utama," kata Presiden Direktur PT HMI, Mukiat Sutikno di Jakarta.
Dengan begitu kata Mukiat, Hyundai baru bisa merebut sekitar 15 persen dari total keseluruhan pangsa pasar mobil di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menampik kemungkinan mobil asal Korea itu bisa ditawarkan dengan harga yang lebih rendah. Hal itu kata Mukiat karena kualitas baik dari segi keamanan dan kenyamanan yang dimiliki Hyundai cukup baik.
"Tapi kalau kita bilang kita main di low price segmen kita nggak bisa karena satu ada segi salah satu perbedaan Hyundai adalah high strength stell-nya itu. Kadang-kadang di beberapa negara nggak diperlukan tapi dari pihak Hyundai mereka nggak akan mengganti hal tersebut karena safetynya tersebut," tambah Mukiat.
"Kalau dikatakan lebih mahal karena ada beberapa faktor lain yang tidak bisa dilihat langsung oleh customer, Maaf lah hanya bisa dirasakan kalau terjadi kecelakaan. Faktor-faktor ini yang kita edukasi terus ke konsumen. Kita bukan mau katakan produk yang terjangkau, Hyundai ini lebih ke produk yang kompetitif tapi berkualitas, nah ini merupakan fokus kita tahun ini," sambung Mukiat. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu