Proses kerja sama program transfer teknologi Honda ini dilakukan Presdir HPM Tomoki Uchida bersama Ketua Yayasan Kartika Jaya Cab. Wirabuana, Bella Saphira Agus dan Kepala SMK Kartika Muhammad Rum, di SMK Kartika di kawasan markas Kodam VII Wirabuana, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (3/3/2017).
Dalam kerjasama ini HPM menyerahkan bantuan 1 unit mobil Honda Brio Satya sebagai alat peraga, shop manual, common tools dan special tools, serta informasi teknologi untuk bahan training, untuk para siswa pilihan yang akan masuk dalam kelas H-Tech. Selain itu, HPM akan memberikan training dan on the job training (OJT) pada guru-guru dan siswa SMK Kartika yang terpilih selama 4 bulan di seluruh jaringan diler Honda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini merupakan komitmen kami untuk memsupport SDM, khususnya SDM lokal untuk berkontribusi bersama Honda, demi kemajuan bersama Honda dan masyarakat Indonesia. Indonesia merupakan pasar terbesar Honda di kawasan Asia Tenggara selama 5 tahun terakhir ini," tutur Uchida.
Sementara menurut Bella Saphira, pembukaan kelas khusus H-Tech di sekolahnya dapat menambah wawasan siswa-siswanya, serta menyiapkan sumber daya tenaga kerja handal di industri otomotif nasional.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman |
"Semoga siswa-siswa SMK Kartika dapat termotivasi dengan program transfer teknologi Honda dan nantinya akan menjadi tenaga kerja handal," ujar Bella.
Sementara itu, Direktur Marketing dan After Sales Service HPM, Jonfis Fandy menyebutkan bahwa Makassar merupakan kota dengan tingkat penjualan tertinggi mobil Honda se-Indonesia, dengan menyumbang market share 32 persen. Rencananya, tahun ini HPM akan menargetkan jumlah diler yang dimiliki saat ini, yakni 168 diler menjadi 200 diler se-Indonesia. Pabrik HPM di Karawang yang memproduksi berbagai seri Honda ini, mampu memproduksi sekitar 210 ribu mobil pertahunnya.
"Kami targetkan diler bertambah jadi 200 diler tahun ini, serta market kami tumbuh dari 10 persen menjadi 14 persen dengan harapan kondisi perekonomian nasional makin membaik," tutup Jonfis. (mna/ddn)












































Foto: Muhammad Nur Abdurrahman
Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin