Pada tahun 2016 lalu, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) saja, penjualan Renault hanya sebanyak 134 unit. tahun ini Renault menaikkan target penjualan sebanyak 1.000 unit.
"Tahun ini kita ingin lebih kelihatan lagi. Tahun lalu kan Renault jualan cuma 100-an unit, tahun ini proyeksinya masuk ke empat digit, total 1.000 unit untuk Renault," kata Sales & Marketing Division Head Renault Indonesia, Ario Soerjo di Karawaci, Tangerang, Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung penjualan, Renault juga menyiapkan jaringan penjualan dan layanan purnajual. Saat ini, sudah ada delapan jaringan di Jakarta (MT Haryono dan Pantai Indah Kapuk), Surabaya, Denpasar, Makassar, Banjarmasin, Medan dan Pekanbaru.
"Rencana ke depan bakal ada 8 lagi di seluruh Indonesia. Jawa Tengah tahun ini, Bandung sudah ada dan yang sekarang sudah jalan tapi belum diresmikan itu sudah di Lampung, sama rencanya di Kalimantan," kata Ario.
Presiden Direktur Indomobil Sukses Internasional Tbk sebagai induk perusahaan PT Auto Euro Indonesia, Jusak Kertowidjojo mengatakan, saat ini Renault harus berbenah untuk menambah jaringan penjualan. Apalagi, model yang dijual Renault saat ini di Indonesia sudah bertambah.
"Karena waktu itu kan (jualannya) cuma Duster. Enggak bisa kita kembangkan network. Masak buka showroom jualannya cuma satu macam. Makanya sekarang ini baru kita mulai. Gimana pun juga network itu harus ada beberapa model, enggak bisa cuma satu," ujar Jusak. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya