"Memang yang paling ideal itu mobil listrik. Tapi tunggu dulu, kalau listriknya dari surya iya (menjadi kendaraan ideal menekan emisi karbon CO2), tapi kalau listriknya itu dari pembangkit yang menggunakan batubara, sama saja bohong," tambah irjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta.
Dia mencontohkan mobil listrik yang sudah beredar di Indonesia, BMW i8. Jika listrik yang tersedia berasal dari pembangkit bertenaga batubara yang ada hanya akan menambah limbah saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, menurut dia, di kalangan pelaku otomotif saja masih belum ada yang sepakat mengenai mobil yang paling ideal dalam mengurangi emisi.
"Konvergensi di tahun 2030 belum tahu," ujarnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP