'Saat Ini Belum Mungkin Bawa Mobil Full Hybrid ke Indonesia'

'Saat Ini Belum Mungkin Bawa Mobil Full Hybrid ke Indonesia'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 09 Feb 2017 07:38 WIB
Saat Ini Belum Mungkin Bawa Mobil Full Hybrid ke Indonesia
Foto: dok Istimewa
Bogor - Suzuki Indomobil Sales (SIS) membawa teknologi hybrid ke Indonesia melalui Ertiga Diesel. Tapi, sistem hybrid pada mobil ini berbeda dengan sistem full hybrid yang menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik.

Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS, Harold Donnel menjelaskan, sistem hybrid Ertiga Diesel ini masuk ke dalam kategori hybrid ringan, bukan full hybrid. Bedanya dengan full hybrid ada pada dominasi mesin bakar yang bekerja, bukan sistem elektrikal yang dominan.

Harold mengatakan, membawa teknologi full hybrid masih belum memungkinkan untuk pasar Indonesia. Alasannya, banyak sekali perhitungannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari R&D, hubungan dengan platform, karena tidak hanya masalah cekokin mesin, tapi juga rangka bodinya seperti apa. Terus pengaturan electricity ke wiring seperti apa, itu lebih berat," kata Harold kepada detikOto.

Ass to Dept Head Service PT. SIS, Riecky Patrayudha menambahkan, implementasi teknologi full hybrid di Indonesia masih belum mungkin. Faktornya banyak, termasuk masalah lingkungan.

"Full hybrid implementasi di Indonesia masih belum mungkin. Satu adalah faktor masalah lingkungan, terus kebijakan pemerintah, tidak ada kebijakan full hybrid, ngapain kita bikin full hybrid," kata Ricky.

Sistem hybrid ringan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid ini menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik yang didukung oleh aki 70 Ah. Ada tiga komponen utama di sistem ini yaitu mesin diesel D13A, baterai khusus 70 Ah dan Integrated Starter Generator (ISG).

ISG memiliki dua fungsi dasar. Pertama sebagai generator di mana saat deselerasi ISG menangkap energi untuk charge ulang energi dan menyimpannya di baterai. Yang kedua ISG sebagai motor yang memberikan tambahan torsi ke mesin, saat akselerasi.

Sistem hybrid ringan Ertiga Diesel ini memiliki fitur Idle Stop/Start System, Brake Energy Regeneration, Torque Assist Function dan Gear Shift Indicator.

Fitur idle start/stop system memungkinkan mesin bakal mati ketika kendaraan dalam keadaan berhenti. Baterai pada mobil ini bertugas memberikan tenaga listrik ketika mesin sedang mati. Jadi Fitur-fitur kelistrikan mobil akan tetap berjalan normal.

Selanjutnya ada torque assist function. Ini bertugas untuk memberikan tambahan torsi ke mesin saat akselerasi. Pada saat berakslerasi, ISG memanfaatkan energi dari baterai untuk berperan sebagai motor. ISG membantu mesin untuk memberikan tenaga dorong lebih sehingga beban mesin sedikit berkuraang tapi putaran mesin ringan dan mendukung efisiensi bahan bakar.

Terakhir adalah gear shift indicator. Ini merupakan fitur pemandu pengemudi untuk berkendara lebih irit lagi. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads