"Jadi sekarang ini ada pengembangan teknologi dalam bidang perkaretan atau pembuatan compound yang mutakhir di perusahaan kami, kan sebelumnya ban banyak menggunakan karbon, pada EC300+ silikanya lebih banyak, jadi compound sangat spesifik karena kaya dengan silika," jelas Manajer Training PT Sumi Rubber Indonesia, Bambang Hermanuhadi, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2/2017).
Foto: Dina Rayanti |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dina Rayanti |
"Sedangkan pada compound biasa yang kurang padat karetnya maka pada saat kendaraan dihidupkan, transmisi disambungkan ban tidak segera berputar jeda waktu itu yang menyebabkan hematnya konsumsi BBM," sambung Bambang.
Meski begitu ada juga yang mengatakan kalau sebuah ban hemat BBM berarti performanya di jalanan basah akan berkurang tapi hal itu ditampik oleh Dunlop. Walaupun hemat BBM bannya dipastikan berperforma baik di jalanan basah.
"Kalau hemat BBM berarti kan daya luncurnya tinggi kalau direm nyerosotnya jauh, tapi itu nggak di tempat kita jadi silika compound selain bisa menghasilkan hambatan gulir rendah tapi juga menghasilkan daya cengkeram yang lebih baik dari compound yang biasa," ungkap Bambang.
"Ditambah dengan alur air pada ban EC300+ lebih besar dari yang biasa sehingga bisa melewati jalan yang genangan air, maka air bisa terbuang lebih banyak dari ban biasa," sambung Bambang.
Foto: Dina Rayanti |
Bambang memperkirakan dengan penggunaan Enasave EC 300+ ini konsumen bisa menghemat BBM sekitar Rp 1,3 juta.
"Hambatan gulir rendah akan menghasilkan konsumsi BBM yang lebih rendah, kalau tadi saya sebutkan 10 persen lebih rendah maka kira-kira di bisa menghemat 3% penggunaan BBM, 3% pemakaian selama 3 tahun kira-kira 75.000 km penggunaan itu bisa menghemat sekitar Rp 1,3 juta," tambah Bambang. (dry/ddn)












































Foto: Dina Rayanti
Foto: Dina Rayanti
Foto: Dina Rayanti
Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun