"Kami telah merangkai strategi dan proses membangun merek, membangun jaringan 3S termasuk memperkuat jaringan toko suku cadang dan bengkel mitra tersertifikasi (Tata Certified Workshop) sejak tahun 2013 di Indonesia dengan sangat baik. Kami juga telah melakukan dengan layak, sosialisasi produk secara intensif melalui uji trial di konsumen pemakai dan perusahaan yang mengandalkan kendaraan niaga," ujar Presiden Direktur TMDI, Biswadev Sengupta dalam workshop truk Tata Motors di BSD, Tangerang, Rabu (8/2/2017).
Marketing Manager Commercial Vehicles Brand TMDI, Wilda Bachtiar menambahkan truk komersial Tata Motors sudah mulai diterima oleh para pengusaha dan konsumen Indonesia, di bidang usaha seperti Logistik, distribusi oil dan gas, pertambangan, konstruksi dan perkebunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: M Luthfi Andika |
Karena itu, Tata mengadakan program workshop mengenai kendaraan niaga khususnya truk. Menurut Training Supervisor TMDI, Arif Budiman, mengenal truk berbeda dengan mengenal kendaraan penumpang atau konvensional, terutama dalam hal sistem penggerak roda.
"Kalau kendaraan penumpang ada yang penggerak roda depan dan belakang, kalau truk hampir dipastikan semuanya menggunakan roda belakang. Karena secara teori, daya dorong itu kemampuannya lebih baik untuk menggerakan beban, dibanding menarik," ujarnya.
Dan rencananya, program ini tidak hanya dilakukan di Jakarta, namun juga di kota-kota lain di Indonesia. "Di kota-kota besar di Indonesia juga akan bergiliran mendapatkan kesempatan, mendapatkan wawasan soal kendaraan niaga, dan mendapatkan pengalaman yang sama," tutur PR & Corporate Communication Head TMDI Kiki Fajar.
Selain itu diharapkan, dengan program ini, pengetahuan terhadap teknologi kendaraan niaga, khususnya truk semakin dipahami oleh masyarakat luas. Termasuk positioning dan segmentasi-nya di industri otomotif Indonesia.
(khi/ddn)












































Foto: M Luthfi Andika
Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan