Sterling Anderson keluar dari Tesla pada Januari dan Chris Urmson yang mengundurkan diri dari projek mobil otonom Google pada Agustus lalu. Tesla melayangkan gugatan ke pengadilan California, Santa Clara dan meminta ganti rugi seperti dilansir Automotive News, Minggu (5/2/2017).
"Anderson berkolaborasi dengan Urmson dalam membuat perusahaan baru saat masih bekerja di Tesla, menggunakan laptop Tesla, dan di tempat Tesla," bunyi gugatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tesla juga mengklaim Anderson telah mengunduh informasi kepemilikan ke perangkat pribadinya dan menghilangkan barang bukti saat mengembalikan semua perangkat tersebut di Januari.
Spekulasi akan kepindahan Urmson telah bergulir semenjak dirinya meninggalkan Google. Tesla mengatakan perusahaan baru yang dibentuk keduanya, Aurora terinspirasi dari perusahaan otonom rintisan seperti Cruise Automation dan Otto yang diakuisisi General Motors dan Uber sebesar US$ 1 miliar dan US$ 680 juta masing-masingnya.
Dalam sebuah email yang dikirimkan Anderson membawa nama Aurora, ia mengatakan dugaan Tesla itu salah dan dikatakan sebagai ketakutan tidak pada tempatnya dalam berkompetisi.
"Aurora menyanggah semua tuduhan palsu tersebut dan kami akan membangun perusahaan otonom yang sukses," begitu bunyi pernyataan dalam email Aurora. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter