Dituduh Mencuri Data, Tesla Gugat Mantan Karyawannya

Dituduh Mencuri Data, Tesla Gugat Mantan Karyawannya

Dina Rayanti - detikOto
Minggu, 05 Feb 2017 13:14 WIB
Dituduh Mencuri Data, Tesla Gugat Mantan Karyawannya
Foto: REUTERS/Lucas
California - Tesla menggugat mantan kepala software Autopilotnya karena telah membocorkan informasi perusahaan dan merekrut karyawan Tesla dalam membuat perusahaan rintisan di mana di saat yang sama karyawan tersebut masih bekerja untuk Tesla.

Sterling Anderson keluar dari Tesla pada Januari dan Chris Urmson yang mengundurkan diri dari projek mobil otonom Google pada Agustus lalu. Tesla melayangkan gugatan ke pengadilan California, Santa Clara dan meminta ganti rugi seperti dilansir Automotive News, Minggu (5/2/2017).

"Anderson berkolaborasi dengan Urmson dalam membuat perusahaan baru saat masih bekerja di Tesla, menggunakan laptop Tesla, dan di tempat Tesla," bunyi gugatan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anderson bergabung dengan Tesla pada Desember 2015 dan mengawasi software berkendara semi-otonom sejak November 2015. Dalam gugatan juga disampaikan Anderson telah mengontak Urmson pada musim panas lalu dan merekrut insinyur Tesla dengan janji teknologi lebih canggih serta telah mencapai kesepakatan dengan 3-4 produsen otomotif.

Tesla juga mengklaim Anderson telah mengunduh informasi kepemilikan ke perangkat pribadinya dan menghilangkan barang bukti saat mengembalikan semua perangkat tersebut di Januari.

Spekulasi akan kepindahan Urmson telah bergulir semenjak dirinya meninggalkan Google. Tesla mengatakan perusahaan baru yang dibentuk keduanya, Aurora terinspirasi dari perusahaan otonom rintisan seperti Cruise Automation dan Otto yang diakuisisi General Motors dan Uber sebesar US$ 1 miliar dan US$ 680 juta masing-masingnya.

Dalam sebuah email yang dikirimkan Anderson membawa nama Aurora, ia mengatakan dugaan Tesla itu salah dan dikatakan sebagai ketakutan tidak pada tempatnya dalam berkompetisi.

"Aurora menyanggah semua tuduhan palsu tersebut dan kami akan membangun perusahaan otonom yang sukses," begitu bunyi pernyataan dalam email Aurora. (dry/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads