Ford Kritik Kebijakan Imigrasi Trump

Ford Kritik Kebijakan Imigrasi Trump

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Selasa, 31 Jan 2017 13:10 WIB
Ford Kritik Kebijakan Imigrasi Trump
Foto: REUTERS/Christine Murray
Dearborn - Produsen mobil mengkritik kebijakan larangan imigrasi pada 7 negara Muslim yang dikeluarkan Presiden AS, Donald Trump. Kritik datang dari produsen mobil besar AS, Ford.

Ford seperti dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017) dalam pernyataannya mengatakan perusahaannya tidak mendukung larangan tersebut. "Kami tidak mendukung kebijakan ini atau kebijakan lain yang tidak sesuai dengan nilai perusahaan," demikian isi pernyataan yang ditulis oleh Executive Chairman Ford Bill Ford dan CEO Ford Mark Fields tersebut.

Ford bermarkas di Dearborn, Michigan, yang merupakan salah satu negara bagian dengan populasi Arab-Amerika terbesar di Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kritikan Ford dilancarkan Senin 30 Januari waktu setempat. Perusahaan besar lain di Amerika mengungkapkan keberatan terhadap kebijakan Trump. Sebut saja seperti Goldman Sachs Group dan perusahaan lainnya.

CEO Ford sebelumnya pernah bertemu 2 kali dengan Trump untuk membahas isu ekonomi pekan lalu. Ford diancam Trump karena bermaksud memproduksi mobil di Meksiko, yang akhirnya dibatalkan oleh Ford. Field usai bertemu dengan Trump hanya berkata pendek soal kebijakan kontroversial Trump. "Ford adalah perusahaan global," ujarnya.

Keputusan kontroversial mengenai pengungsi dan para pengunjung dari negara-negara mayoritas muslim itu diteken Trump Jumat 27 Januari lalu. Perintah ini membatasi masuknya pengunjung dari Suriah dan enam negara mayoritas muslim lainnya selama 90 hari.

Menurut Gedung Putih ketujuh negara tersebut adalah Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Disebutkan bahwa selama setidaknya 90 hari ini, pemerintah AS akan membatasi pemberian visa bagi warga dari Suriah dan enam negara tersebut.

"Saya sedang mengambil langkah-langkah pemeriksaan baru untuk membuat para teroris Islam radikal menjauh dari AS. Saya tidak menginginkan mereka di sini," kata Trump di Pentagon.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads