Diberitakan Nikkei, Selasa (17/1/2017), mesin baru dari Mazda ini akan diperkenalkan pada akhir 2018 nanti. Mesin yang menggunakan tekanan--bukan busi--untuk membakar BBM itu diklaim lebih irit hingga 30 persen. Teknologi ini disebut homogeneous charge compression ignition.
Dilaporkan, mesin baru ini bakal terpasang pada Mazda3 pada 2018 nanti. Setelah Mazda3, mesin itu kemudian akan diadopsi secara bertahap ke model lain. Mazda memosisikan teknologi mesin ini sebagai teknologi Skyactiv generasi kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dadan Kuswaraharja |
Mesin ini membuat pembakaran lebih efisien dibanding mesin konvensional yang menggunakan busi. Perkiraannya, dengan menggunakan teknologi baru ini, konsumsi BBM Mazda3 bisa mendekati angka 30 kilometer per liter. Metode ini juga diklaim bisa mengurangi emisi.
Foto: Dadan Kuswaraharja |
Meski kendaraan listrik dianggap sebagai solusi kendaraan ramah lingkungan, Mazda tetap membuat mesin bakar ini. Mazda berpikir, mesin bakar akan terus menjadi mayoritas dari penjualan kendaraan baru untuk masa depan.
Meski demikian, Mazda tetap memikirkan kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Pada 2019 rencananya Mazda akan memproduksi massal kendaraan listrik untuk beberapa negara yang peraturan emisinya sangat ketat. (rgr/ddn)












































Foto: Dadan Kuswaraharja
Foto: Dadan Kuswaraharja
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS