Diberitakan The Wall Street Journal yang dilansir Carscoops, Senin (9/1/2016) industri otomotif harus menghadapi dua hal. Pertama, harga mobil listrik terlalu mahal untuk saat ini. Pada November misalnya harga rata-rata mobil listrik sekitar US$ 34.104 (Rp 456 juta) dimana harga tersebut hampir menyerupai harga mobil mewah yang termurah sekitar US$ 40.806 (Rp 545 jutaan) dan lebih tinggi dari industri rata-rata yang sebesar US$ 34.498 (Rp 461 jutaan).
Harga BBM yang sedang turun juga ikut berkontribusi meningkatnya penjualan SUV dan crossover dimana segmen ini sedang meningkat akhir-akhir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah kedua adalah jarak tempuh yang terbatas sekitar 200 mil (321 Km) atau lebih sedikit dari itu tergantung pada kebiasaan mengemudi dan kondisi dan tidak bisa dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan BBM. Memang Tesla bisa di-charge hingga 50 persen dalam waktu 20 menit saja, tapi jarak yang jauh ke tempat pengisian ulang serta tempatnya yang terbatas hanya ada 350 tempat isi ulang di beberapa daerah saja.
Hingga industri belum menemukan bagaimana membuat mobil listrik murah dan membuatnya memiliki jarak tempuh lebih jauh serta infrastruktur yang memadai, mobil listrik belum bisa diperjualbelikan dengan baik. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk