Seperti dilansir Reuters, Senin (9/1/2017), Mercy meraih mahkotanya 4 tahun lebih cepat dari target yang diinginkan. Ironisnya, Mercy meraih pencapaian itu setelah berhenti mengejar target pangsa pasar dan fokus untuk membuat mobil berteknologi namun stylish yang dicintai oleh konsumen.
Daimler dalam siaran pers, mengatakan selama 2016, menjual 2,08 juta mobil Mercedes-Benz di seluruh dunia. Jika memasukkan data penjualan merek mobil Smart angkanya bertambah menjadi 2,23 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda-tanda BMW akan kalah dari Mercy sebenarnya sudah terlihat sejak bulan November lalu. Di Januari-November penjualan Mercedes-Benz naik 11,8 persen dengan total penjualan mencapai 1.893.619 unit di seluruh dunia. Sementara periode yang sama BMW membuntuti di urutan ke dua dengan 1.824.490 unit, naik 5,6 persen.
Hasil yang dicapai Mercy ini tak lain juga merupakan strategi brilian dari CEO Daimler Dieter Zetsche yang akhir-akhir ini melakukan perubahan desain secara total di mobil Mercy dan juga teknologinya. Dia juga mengadopsi pola pemikiran ala perusahaan di lembah Silikon ketimbang cara pemikiran tradisional ala Stuttgart.
Zetsche tahun 2011 lalu menargetkan Mercy akan menjadi pemimpin mobil premium dunia di tahun 2020. Tahun 2011 itu Mercy tengah cukup terpuruk karena berada di urutan ketiga.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka