Bos Nissan Ingin Mobil Otonom yang Manusiawi

Bos Nissan Ingin Mobil Otonom yang Manusiawi

Dina Rayanti - detikOto
Minggu, 08 Jan 2017 15:42 WIB
Bos Nissan Ingin Mobil Otonom yang Manusiawi
Foto: Nissan
Las Vegas - Nissan merupakan salah satu inovator di bidang teknologi otonom. Bos Nissan Carlos Ghosn ingin teknologi tersebut siap di 2020.

Pada pameran elektronik dan teknologi (CES) di Las Vegas, Nevada, Ghosn menjelaskan lebih rinci soal solusi apa agar orang tak perlu berada di belakang kemudi dan mobil tetap bisa berjalan.

Menurut dia mesin bukanlah solusinya, Nissan justru menyiapakan teknologi Seamless Autonomous Mobility (SAM) yang dikembangkan dari teknologi NASA. Teknologi ini nantinya dapat mempercepat waktu yang diperlukan Nissan untuk menguji coba kendaraan-kendaraan mobil otonom miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SAM bekerja melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang ada pada kendaraan, di mana nantinya dengan dukungan manusia, teknologi ini memungkinkan mobil otonom membuat keputusan dalam situasi tak terduga dan membangun ingatan dan pengetahuan dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kendaraan.

Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mempercepat tibanya masa di mana jutaan kendaraan mobil otonom dapat saling mendukung dengan manusia yang mengemudikannya. "Ini adalah bagian dari Nissan Intelligent Integration," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (8/1/2017).

Jadi daripada membiarkan komputer menyelesaikan setiap yang ada di dalam mobil, produsen mobil asal Jepang tersebut memanfaatkan masukan dari orang-orang agar teknologi otonomnya semakin pintar.

Sebagai contoh, saat terjadi kecelakaan dan ada polisi di tempat kejadian, jika mobil dikendarai oleh orang pastinya lebih gampang untuk melakukan identifikasi dan bereaksi lebih cepat pula dalam menangani tabrakan. Menurut Nissan, mobil tanpa sopir tidak bisa dan tidak boleh menentukan segalanya sendiri.

Sebaliknya dengan Seamless Autonomous Mobility bisa menghubungi sesorang di daerah yang terisolasi dan bisa melihat data lidar, kamera, dan sensor lainnya. Orang ini kemudian bisa mengontrol mobil tersebut keluar dari situasi tersebut.

Seamless Autonomous Mobility juga bisa mengirim perintah untuk sopir sementara ke mobil otonom lain di daerah sekitar. Dengan begitu kendaraan akan tahu bagaimana bisa menghindari bahaya.

Nissan akan menguji coba kendaraan otonom untuk keperluan komersial di Jepang. Nissan bekerja sama dengan DeNA – perusahaan internet terkemuka Jepang, akan memulai uji coba pertama pada tahun ini di beberapa lokasi terpilih di Jepang, dengan fokus pada pengembangan teknologi.

Ghosn mengatakan uji coba ini akan membawa strategi swakemudi Nissan selangkah lebih maju. Nantinya pada 2020, Nissan dan DeNA akan memperluas ruang lingkup uji coba ke daerah metropolitan Tokyo. (dry/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads