Namun mobil pedesaan tidak akan diproduksi secara besar-besaran dan bukan diproduksi untuk seluruh masyarakat.
"Jadi gini lho mobil pedesaan itu jangan salah ya kita bukan mau bikin mobil besar-besaran, jadi kita merancang suatu kendaraan yang sparepart-nya sebagian besar bisa dari sini, kemudian itu bisa dipakai berbagai keperluan untuk petani dan nelayan dan itu bisa dirawat sederhana oleh para petani dan nelayan dan mobil itu layak jalan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya siapa saja bisa membuat mobil pedesaan. Namun harus terlebih dahulu mendapatkan lisensi dari Kementerian Perindustrian.
"Yang bikin siapa saja, tapi yang pegang lisensi itu Kementerian Perindustrian, yang bikin mau siapa juga boleh. Ya iyalah kalau nggak, jadi mahal (soal lisensi)," lanjut Putu.
Soal harga Putu menambahkan tergantung dari fitur-fitur yang ada di mobil itu sendiri karena disesuaikan dengan kebutuhan petani dan nelayan. Semakin banyak fitur yang ditambahkan pada mobil pedesaan maka harganya semakin mahal.
"Yang jelas sih nanti dibikin kendaraannya murah, terus tergantung kalau dia mau tambah apa-apa ya jadi mahal, tergantung. Jadi jangan salah pikir kita mau kendaraan harga sekian harga sekian, jadi itu ada satu kendaraan yang kalau dibikin masih layak jalan dan harganya ya dia atur sendiri makin mewah ya makin mahal semakin dilengkapi macam-macam ya paling mahal kalau hanya untuk gerabah mungkin itu yang paling murah tapi kita juga belum tahu berapa," tutup Putu. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi