"Sebenernya ekspor kita ke depan ada baru, tapi masih baru bener lah, baru penjajakan, volume belum besar," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono di Jakarta.
Agar tidak salah langkah, TMMIN akan melihat perkembangan volume kendaraan yang tidak disebutkan itu di 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2016 hingga bulan September, TMMIN telah membukukan ekspor CBU sekitar 123.700 unit, CKD sebanyak 34.500 unit, mesin bensin lebih dari 90.300 unit, mesin ethanol sebanyak lebih dari 16.200 unit, dan komponen kendaraan sekitar 64,7 juta buah.
Produk-produk ekspor ini dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.
Sementara itu untuk perkiraan produksi tahun depan, Warih memperkirakan tidak akan beda jauh dengan tahun ini. "Domestik kira-kira hampir sama, ekspor kira-kira hampir sama lah. Kita tunggu aja," pungkasnya.
Hingga September lalu, mobil Toyota yang diproduksi TMMIN di Karawang Plant 1 dan 2, telah mencapai angka 201.000 unit.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi