Apa sebab? Karena antara satu desa dan desa lainnya memiliki spesifikasi kendaraan yang berbeda. Misalnya saja kondisi jalan, belum tentu semua jalan di Indonesia memiliki akses yang sama.
"Karena spesifik masing-masing daerah beda ketentuannya jadi nggak bisa di bawa ke skala industri, volumenya kecil," kata Ketua Umum Gaikindo, Johannes Nangoi kepada detikOto di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang namanya industri, Gaikindo itu kan industri, kalau ada perusahaan bikin mobil desa misalnya di Medan, suatu saat dia mau ikut asosiasi bisa kita pikirin," tutur Nangoi.
Hingga saat ini kata Nangoi, Gaikindo belum diajak pemerintah untuk membicarakan lebih jauh soal mobil desa. "Nggak ada (diajak bicara). Kita nggak pernah itu bedain mobil desa dan mobil kota," jelas Nangoi.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun