Apa sebab? Karena antara satu desa dan desa lainnya memiliki spesifikasi kendaraan yang berbeda. Misalnya saja kondisi jalan, belum tentu semua jalan di Indonesia memiliki akses yang sama.
"Karena spesifik masing-masing daerah beda ketentuannya jadi nggak bisa di bawa ke skala industri, volumenya kecil," kata Ketua Umum Gaikindo, Johannes Nangoi kepada detikOto di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang namanya industri, Gaikindo itu kan industri, kalau ada perusahaan bikin mobil desa misalnya di Medan, suatu saat dia mau ikut asosiasi bisa kita pikirin," tutur Nangoi.
Hingga saat ini kata Nangoi, Gaikindo belum diajak pemerintah untuk membicarakan lebih jauh soal mobil desa. "Nggak ada (diajak bicara). Kita nggak pernah itu bedain mobil desa dan mobil kota," jelas Nangoi.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi