Hal itu berdasarkan riset yang dilakukan Ford global trend dan futuring manager, Sheryl Connelly yang mengevaluasi soal tren bisnis dan konsumen di seluruh dunia.
Connely dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang dikutip detikOto, Rabu (7/12/2016) mengatakan, konsumen di India dan China lebih terbuka soal ide mobil otonom dibandingkan Amerika atau Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut menunjukkan pasar terbesar untuk mobil otonom dan manfaatnya di kota-kota besar berkembang seperti Beijing dan Delhi. Kota yang padat dan sulit mengakses sekitar kota menambah sentimen soal angka kepemilikan mobil otonom di masa mendatang.
"Untuk sebagian masyarakat di Beijing, memakan waktu 5 jam total di jalanan saja," jelas Connelly.
Terpisah dari itu, baik India maupun China sebenarnya baru dalam dunia permobilan jika dibanding Eropa dan Amerika. Akibatnya, masyarakat di negara itu tak mengetahui perilaku berkendara dengan baik.
Ford berencana menciptakan mobil otonom sepenuhnya pada 2021. Beberapa perusahaan besar telah berinvestasi di teknologi tersebut, tak hanya produsen otomotif perusahaan layanan jasa seperti Uber juga turut berinvestasi seperti halnya Google.
Di Amerika, sebelumnya telah memiliki mobil yang sepenuhnya otonom dan berencana untuk mengkampanyekan mobil tersebut di AS pada 2018. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!