Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 06 Desember 2016, 16:11 WIB

Ide Mobil Mewah Dilarang di Jakarta, Djarot: Boleh-boleh Saja Asal Bayar Pajak

M Luthfi Andika - detikOto
Ide Mobil Mewah Dilarang di Jakarta, Djarot: Boleh-boleh Saja Asal Bayar Pajak Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Untuk mengatasi kemacetan, Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mencetuskan ide moratorium mobil mewah masuk Jakarta.

Namun Cawagub nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat sepertinya kurang sreg dengan wacana tersebut.

"Mobil mewah silakan saja asal bayar pajak. Tidak apa-apa kalau mereka bayar pajak," timpal Djarot, dalam acara Blak-Blakan bersama Cagub dan Cawagub! di kantor detikcom, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Karena menurut Djarot, kalau mobil memiliki harga murah di semua modelnya, Jakarta bakal lebih macet lagi, karena semua orang akan memiliki mobil. "Kalau mereka mampu beli ya silahkan. Kalau mobil menjadi murah nanti semuanya beli mobil," kata Djarot.

"Misalnya motor, kalau motor gampang, berapa pertumbuhan motor di Jakarta. Setiap hari saja puluhan ribu motor lho (yang ada di Jakarta-Red). Terlalu banyak ini bisa macet. Jadi Mobil mewah tidak masalah asal bayar pajak," tambah Djarot.

Sebelumnya Cawagub Sandiaga Uno mengatakan jika terpilih memimpin Jakarta, dirinya berencana melakukan moratorium mobil mewah.

"Seandainya ditambah terus tapi jalan enggak ditambah, akan tambah macet. Sementara perilaku hidup kelas mengah menggunakan mobil pribadi tidak bermigrasi ke kendataan umum dengan berbagi alasan," kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, mobil mewah di Jakarta sudah terlalu banyak. Namun, moratorium tersebut masih dalam proses kajian.

"Kami lagi kaji program tersebut, tentu diserang dan dibully kelas menengah atas, merasa ini enggak adil. Menurut saya, kalau kita moratorium dua tahun mobil mewah, ini memberikan sinyal kepada masyarakat menengan bawah, bahwa kita memperhatkan mereka," kata Sandiaga.

Sandiaga memastikan hanya membidik mobil mewah saja. Mobil Low Cost Green Car (LCGC) tidak dimoratorium.

"Kalau saya harus membidik kepada kendaraan mewah saja. Karena untuk warga yang naik kelas dari motor ke mobil dan mobilnya itu LCGC yang ciptakan lapangan kerja, itu harus didukung," kata Sandiaga.

Sandiaga mengaku tidak memiliki mobil mewah. Dia mengatakan mobinya merupakan mobil di bawah harga Rp 1 miliar.

"Saya punya mobil empat. Saya setelah didepresiasi, semuanya di bawah 300 juta. Nissan X-Trail Rp 300 juta, Nissan Livina Rp 238 juta, Nissan Elgrand punya kantor. Lalu mobil istri saya yang Jeep yang sudah 10 tahun itu nilainya di bawah Rp 300 juta," kata Sandiaga.

(lth/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed