Perkara ada merek yang saling bekerja sama dalam menjual produk tidak masalah. "Tidak masalah. Kalau satu perusahaan ngehasilin 10 ribu dan digabung semuanya, justru bagus. Yang penting produksi di Indonesia," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (23/11/2016).
"Buat kami, yang dilihat oleh kami, kami menginginkan kendaaran itu diproduksi di Indonesia, bukan dijual ya, tapi diproduksi. Makin banyak diproduksi di Indonesia, makin bagus," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ekspor dan produksi dalam negeri itu menunjang ekonomi domestik, jumlah serapan tenaga kerja kan jadi naik juga," tambah Nangoi.
Nangoi sebelumnya pernah mengatakan, meski angka penjualan mobil di Indonesia sudah mengalahkan Thailand, namun produksi mobil di Indonesia masih jauh lebih kecil.
"Thailand ekspornya tinggi, mereka ekspor 800 - 900 ribu, kita cuma 200 ribu. Jadi kalau 1.050.000 (angka penjualan di Indonesia dalam setahun-red) ditambah 200.000 (ekspor mobil) kira-kira satu seperempat juta, di sana (Thailand) kira-kira 750 ribu ditambah 800 ribu mungkin 1,5 sampai 1,6 juta," tambah Nangoi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk