"Kalau itu benar dijalankan, kami sangat happy ya. Secara produk range kami sudah siap semua mau diterapkan misalnya Euro4, Euro5, dan sebagainya secara teknologi siap," jelas Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Car and Network Development Mercedes-Benz Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Namun Kerry, panggilan akrab Kariyanto, mempertanyakan soal kesiapan infrastruktur yang belum memadai. Pajak emisi tersebut juga dinilai Kerry bisa meningkatkan persaingan teknologi yang sehat di antara produsen mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil-mobil yang dijual di Indonesia pun menurut Karry sudah siap dengan teknologi tinggi yang menghasilkan emisi rendah seperti C-Class dan E-Class.
"Pada dasarnya semua di Eropae sudah Euro6 dan sudah ada di Indonesia. Model C dan E sudah ada, bensin semua," ungkapnya.
Emisi gas CO2 mobil Mercy memang rendah. Sebagai contoh untuk mobil sportnya saja seperti S63 AMG mencapai 242 gram CO2 per km, sedangkan SL 400 175 gram per km. Untuk E-Class mencapai 102-142 gram per km tergantung modelnya.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk