Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, menjelaskan jika banyak mobil otomatis yang beredar maka bisa mengurangi pekerja yang berprofesi sebagai sopir.
"Misalnya busway Ciledug kan lagi dibikin, itu kalau pake e-mobility 3-4 bis jalan sopirnya satu, yang belakang tinggal follower tapi lapangan kerja buat sopir kurang Saya di demo. Nah itu jangan sampai terjadi juga kan di Indonesia, kita pengen ada penciptaan lapangan kerja," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau orang Eropa karena dia nggak ada lagi sopir, driverless gitu, kalau kita kan nyari sopir gampang, pake sosial media udah dapet, kalau di kita lapangan kerja masih kita jaga," tutur Putu.
Produsen mobil otonom kini masih dikuasai oleh pabrikan asal AS, Tesla namun dikatakan memakan banyak korban tewas karena kecelakaan yang diakibatkan fitur otonom pada mobil canggih tersebut. (dry/lth)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM