Risers Kagumi Wisata Talang Indah

Datsun Risers Expedition

Risers Kagumi Wisata Talang Indah

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Jumat, 11 Nov 2016 19:12 WIB
Risers Kagumi Wisata Talang Indah
Foto: Ari Saputra
Bandar Lampung - Setelah menyantap hidangan makan siang, para peserta Datsun Risers Expedition melanjutkan petualangannya ke Wisata Talang Indah, Pringsewu, Lampung. Dengan menempuh jarak sekitar 32 km. Wisata Talang Indah sendiri merupakan peninggalan zaman Belanda, yang dibangun tahun 1928.

"Jadi setelah kejadian perang Padri dan perang Di Ponogoro, perekonomian Belanda menurun, sehingga dibuatlah talang air seperti ini," tutur salah satu pengelola Wisata Talang Indah, Supardi.

Risers Kagumi Wisata Talang IndahFoto: Khairul Imam Ghozali


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Talang Indah ini merupakan tempat saluran irigrasi dan lintas penghubung antara dua desa yaitu Desa Bumi Arum dan Bumi Ayu," kata Supardi.

Wisata Talang Indah memiliki 5 talang air, Namun yang kondisinya dapat dilalui dan masih bagus hanya beberapa.

"Talang yang nggak bisa dilewati Talang 1 dan 2, karena bisa ambruk bila dilewati orang ataupun motor," ucap Supardi.

Risers Kagumi Wisata Talang IndahFoto: Khairul Imam Ghozali


Tidak sedikit para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, tercatat sekitar 500 orang berkunjung atau bahkan berkemah. Selain itu ada dua bukit di Wisata Talang Indah ini yaitu, bukit Talang Indah yang memiliki luas 1 hektar dan bukit Pangonan seluas 5 hektar.


Risers Kagumi Wisata Talang IndahFoto: Khairul Imam Ghozali

"Talang indah buat perkemahan, juga pentas seni, juga acara-acara reuni yang menginap. Kalau Pangonan puncaknya itu di bangun hutan kotanya kemudian ada rumah pohon," tutur Supardi.

Para risers pun terpana dengan pemandangan indah di puncak Pangonan dan sangat menikmati perjalanan ini.

Risers Kagumi Wisata Talang IndahFoto: Khairul Imam Ghozali


"Keren banget, tempatnya tinggi, sejuk, buat foto-foto enak. Kalau buat anak muda cocok lah buat pacaran, romantis tempatnya," ungkap riser asal Lampung, Bayu Apriadi. (dry/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads