Kedatangan para risers langsung disambut tarian Sigekh Penguten, sebuah tarian khas Lampung untuk menyambut para tamu. Setelah puas menyaksikan tarian Sigekh Penguten, para risers bisa langsung mempelajari budaya tradisional Lampung masuk ke dalam museum.
Di lantai 1 pada Museum Lampung, para risers langsung bisa mempelajari sejarah mengenai disiplin ilmu. "Mulai dari ilmu Biologi, ilmu Geologi, dan seterusnya," tambah staff teknis Museum Lampung, Komariah, kepada detikOto, Jumat (11/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah disini ada 7 unsur kebudayaan yang dilaksanakan oleh orang Lampung tempo dulu sampai sekarang, yaitu proses upacara kelahiran, proses upacara masa anak-anak, proses upacara masa remaja, perkawinan, kebudayaan, gelar, adat, dan upacara kematian," tutur Komariah.
Selain gedung utama Museum Aceh, ada juga gedung-gedung lainnya seperti gedung adminstrasi, bengkel, laboratorium, auditorium mushola, gedung pameran temporer, serta gedung storage.
"Storage ini, kan total ada 4.747 koleksi ya, nah yang dipamerkan itu cuma 1.500 unit, sisanya kita simpan di Storage, dan disana kami melakukan perawatan 3 bulan atau 6 bulan sekali," kata Komariah.
Museum Lampung ini mulai didirikan pada 1975, kemudian mulai di bangun 1978-1979. dan diresmikan tanggal 24 september 1988. Oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu bapak Fuad Hasan.
Para risers lanjut diajak untuk menunaikan solat Jumat di Masjid tertua di Lampung, yaitu Masjid Al Anwar. Nah mau tahu keseruan para Datsun Risers Expedition, pantau terus detikOto ya Otolovers. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk