Keberadaan Toyota di Indonesia sudah 45 tahun lamanya. Ke depan industri otomotif dikatakan memasuki era baru. Dalam menyambut hal tersebut Toyota pun mempersiapkan diri dengan menguatkan kerja sama.
"Kita lagi ngalami sekuler stagnation ekonomi dunia itu sedang stagnasi kemudian akan ditandai dengan perubahan arsitektur perekonomian kita di dunia nggak tau kaya apa yang bisa dilakukan industri sekarang adalah berbenah diri memperkuat kerjasama, memperkuat aliansi menghadapi era baru," ujar Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam di Jakarta.
Bob tidak menyebutkan aliansi yang dimaksud. Namun dia menuturkan Toyota terus memperkuat cabang-cabang yang menjadi bagian industrinya dengan menghubungkan industri rumah tangga dan industri besar. Toyota pun juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang nantinya bisa bersaing di pasar otomotif dunia.
"Kalau kita sih terus terang memperkuat pohon industri jadi semakin diperkuat pohon industrinya kita semakin kokoh tier 1 bagaimana jadi tier 2, tier 2 kalau bisa industri terkoneksi dengan industri rumah tangga nah itu kuat banget tuh, kita tuh pengennya banyak sekali menuju kesana. Kedua teknologi harus kita mempertimbangkan karena nanti kita bersaing melalui dua pilar, satu kualitas orang kedua adalah teknologi. Nah dimana dua-duanya kita lagi disorot nih," kata Bob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dry/ddn)













































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua