Angka produksi yang tergolong banyak itu pastinya untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia dan perusahaan. PT Telkom merupakan salah satu pemesan terbanyak dengan angka 5.000 unit.
Untuk membantu uji sertifikasi produk, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi akan mengalokasikan dana Rp 5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir yang melihat langsung Gesits, mendapat penjelasan banyak dari Nur Yuniarto, Direktur Sekretariat Pusat Unggulan Iptek (PUI) ITS sekaligus dosen pembimbing para mahasiswa ITS yang membuat Gesits.
Nasir berharap Gesits mampu bersaing dengan motor konvensional yang menggunakan BBM. Nasir yakin itu karena Gesits mempunyai harga yang bersaing, spare part yang nantinya mudah didapat, dan lokasi penjualan dan pengisian baterai yang mudah dijangkau. "Kelebihan motor ini adalah tanpa emisi sehingga mengurangi polusi akibat emisi gas buang," lanjut Nasir.
Foto: Zaki Alfarabi |
(ddn/ddn)












































Foto: Zaki Alfarabi
Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk