"Mitsubishi bisa tumbuh, tapi mereka belum memaksimalkan potensinya diantaranya dari cara mereka berbisnis dan menjawab tantangan dari luar," ujar Co-CEO Nissan Hiroto Saikawa dalam teleconference dengan wartawan dari seluruh dunia termasuk detikOto.
"Di Nissan, kami percaya mereka (Mitsubishi) memiliki potensi yang baik. Mitsubishi bisa tumbuh lebih baik lagi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan cross-saham ini semakin meyakinkan keduanya memiliki kepentingan yang sama dan mendorong mereka mengadopsi strategi win-win solution agar saling menguntungkan.
"Di 1999 kita melewati krisis performa yang lebih di tubuh internal bukan karena isu lain dari luar. Sementara Mitsubishi kasusnya terkait penjualan mereka. Mereka harus kembali mendapat kepercayaan dari konsumen khususnya di Jepang, ini situasi yang berbeda," kata Hiroto.
Sebelumnya, aliansi Renault-Nissan menjadikannya kerja sama yang panjang antar kedua negara diantara dua pabrikan besar di industri otomotif. Di 2013 aliansi Renault-Nissan telah menjual lebih dari 8,3 juta unit mobil di hampir 200 negara. Aliansi itu pun menjadi no.4 yang terbesar di dunia.
Dengan bergabungnya Mitsubishi dalam aliansi Renault-Nissan, mereka diprediksi menjadi grup otomotif ketiga terbesar di dunia secara volume global dengan penjualan 10 juta unit tahun fiskal 2016.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas