Belum diekspornya Toyota Made In Indonesia ke Eropa ini bukan tanpa alasan. Eropa biasanya memiliki standar emisi yang ketat. Hal ini lah yang menjadi alasan utama Toyota buatan Indonesia ini belum masuk ke pasar Eropa.
"Jadi sebenarnya Eropa itu punya spesifikasi khusus, seperti part harus tidak mengandung partikel kimia. Kita (TMMIN-Red) terus berusaha untuk memenuhi itu, market eropa itu kan unik. Kalau kita lihat di sana banyak city car, mungkin marketnya juga perlu kita perhatikan lagi. Saat ini kita masih mengekspor ke Afrika, Midle east, Asia," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan meski belum masuk ke Eropa, TMMIN sudah mengekspor beberapa model, sparepart, hingga mesin ke 80-an negara. "Itu sudah termasuk Argentina dan Maroko, tapi ini tidak semuanya kita kirim unitnya dalam bentuk CBU, tapi kami juga mengirim dalam bentuk spare part, mesin dan lain-lain. Tahun ini total eskpor kita masih sama seperti tahun lalu mencapai 170 ribuan. Argentina dan Maroko ini kan masih penetrasi awal, biasanya kalau diterima ini pasti ada kelanjutannya," katanya.
"Kadang-kadang kita tidak bisa langsung memberikan nama negara yang akan kita ekspor, karena mereka ingin merahasiakannya terlebih dahulu. karena mereka punya strategi marketing sendiri. Dan karena mereka klien, kita harus menyenangkan terlebih dahulu," tambahnya.
Toyota sebenarnya sudah menembus Uni Eropa yang ketat. Mobil Fortuner sudah dikirim ke Kaledonia Baru (wilayah seberang lautan Prancis) mulai tahun 2014 lalu.
(lth/ddn)










































