Para Agen Pemegang Merek (APM) berlomba-lomba memproduksi mobil di segmen tersebut. Misalnya saja Toyota dengan C-HR.
"Tren pasar ke depan itu SUV kecil meningkat jika dibandingkan dengan MPV. Kalau kita tanya sedan kalau pendapatan meningkat ada kemungkinan meningkat," ungkap Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, di Fairmont Hotel, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan lah, belum tahu (akhir tahun)," jelas Warih.
Saat ditanya apakah C-HR juga bakalan diproduksi di Indonesia, Warih menjawab apabila pasar domestiknya memang menjanjikan bukan tidak mungkin SUV tersebut diproduksi dalam negeri.
"Jawabnya harus general semua produk dari prinsip suatu OEM itu domestik market. Kalau domestik market secara ekonomis memungkinkan pasti diproduksi dalam negeri," tutur Warih.
Mobil ini memang sudah sering menjadi perbincangan sejak debut pertama kali di Paris Motor Show 2014 dalam bentuk konsep. Bahkan mobil ini juga turut dipajang di berbagai pameran dunia seperti Frankfurt Motor Show ke-66 pada 2015 lalu.
Setahun setelahnya, crossover SUV ini diboyong ke Tokyo Motor Show ke-44. Melalui gayanya yang khas dan performa berkendara dengan fitur-fitur yang ada, Toyota berharap bisa meningkatkan permintaan dari C-HR dari konsumen yang lebih luas lagi seiring dengan pertumbuhan mobil jenis SUV.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!