Toyota Janji di Masa Depan Lahirkan Banyak Kendaraan Ramah Lingkungan

Laporan dari Jepang

Toyota Janji di Masa Depan Lahirkan Banyak Kendaraan Ramah Lingkungan

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 31 Agu 2016 14:17 WIB
Toyota Janji di Masa Depan Lahirkan Banyak Kendaraan Ramah Lingkungan
Foto: M Luthfi Andika
Shizuoka - Di saat bumi semakin tua, Toyota sadar harus menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. Hal ini membuat Toyota berkomitmen untuk bisa terus melahirkan kendaraan ramah lingkungan.

Seperti yang disampaikan Grand Master Battery Design Development Division Primearth EV (PEVE), Konishi, di Jepang.

"Di masa depan kami akan melahirkan banyak kendaraan ramah lingkungan lainnya, di setiap produk kami," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan dirinya menilai, di masa depan mobil dengan mesin konvensional seperti bensin dan diesel akan segera ditinggalkan. "Saya yakin mobil ramah lingkungan akan menjadi kendaraan yang paling digemari di dunia," katanya.

Jika berkaca dengan kondisi di Indonesia, Toyota Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia, dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sebagai sumber energi dan untuk mempromosikan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan.

Karenanya, Toyota Indonesia bekerja sama dengan sektor akademisi dan pemerintah untuk melakukan berbagai macam studi untuk kendaraan berbahan-bakar baru dan terbarukan, yang sesuai dengan kondisi dan potensi Indonesia serta selaras dengan kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

Saat ini, Toyota Indonesia terlibat aktif dalam studi untuk kendaraan berbahan-bakar CNG (compressed natural gas), bio-diesel, serta bio-fuel. Studi-studi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atas mobil berbahan-bakar energi baru dan terbarukan yang nyaman dan tetap memberikan kemudahan setara dengan mobil berbahan-bakar konvensional.

Sehingga, tidak hanya mengenai teknologi di mobil itu sendiri seperti durabilitas, namun juga mengenai kualitas bahan bakar baru dan terbarukan, jarak tempuh, hingga ketersediaan infrastruktur pengisian bahan bakar baru dan terbarukan. (lth/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads