Nissan menjadi penguasa penuh Mitsubishi lewat pembelian saham. Meski ada fakta tersebut, secara merek Nissan dan Mitsubishi tetap bersaing di pasaran.
"Nissan statusnya tetap menjadi kompetitor kami. Jadi kami harus bisa jual lebih banyak dari kompetitor termasuk Nissan. Aliansi akan mengembangkan merek secara terpisah seperti yang sudah-sudah," ujar CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua perusahaan akan berbagi platform dasar untuk kendaraan sementara untuk urusan pemasaran merek akan dilakukan secara terpisah.
"Secara aliansi memang ada kerja sama tapi di pasar tetap bersaing tetap jadi kompetitor ini berlaku global. Kami akan beraliansi dengan cara yang cara yang tidak terlihat oleh konsumen, persaingan tetap ada," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?