Nissan menjadi penguasa penuh Mitsubishi lewat pembelian saham. Meski ada fakta tersebut, secara merek Nissan dan Mitsubishi tetap bersaing di pasaran.
"Nissan statusnya tetap menjadi kompetitor kami. Jadi kami harus bisa jual lebih banyak dari kompetitor termasuk Nissan. Aliansi akan mengembangkan merek secara terpisah seperti yang sudah-sudah," ujar CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua perusahaan akan berbagi platform dasar untuk kendaraan sementara untuk urusan pemasaran merek akan dilakukan secara terpisah.
"Secara aliansi memang ada kerja sama tapi di pasar tetap bersaing tetap jadi kompetitor ini berlaku global. Kami akan beraliansi dengan cara yang cara yang tidak terlihat oleh konsumen, persaingan tetap ada," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS