"Semua industri menggntungkan pada pengembangan keterampilan di dalam masing-masing. Sekarang masalahnya di tingkat pemasok, bagaimana mereka memperkerjakan tenaga maintainance yang mapan," ujar Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, di Karawang Jawa Barat.
"Karena maintainence itu kecenderungannya warisan, mereka belajar dari seniornya. Jadi kalau senior kerjanya salah ya, diterusin aja. Sementara teknologi, mesin dan sistem berubah. Selanjutnya bagaimana mereka update dengan perubahan itu. Itu yang kami lihat bagaimana value chain-nya," lanjut Bob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian bagaimana hasilnya di-feedback ke dunia pendidikan? Kemudian bagaimana menjadikan industri itu sebagai playground. Makanya saya bilang bukan cuma pemerintah saja tapi bagaimana swasta buka diri jadi playground anak-anak hasil pendidikan itu. Saya rasa teman-teman merek lain juga berpikir sama. Dalam people development itu gak ada kompetisi, yang ada kerja sama," kata Bob.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Motor Listrik MBG Jadi Perhatian KPK
Muncul Dugaan Harga Asli Motor MBG Rp 8 Jutaan, Benarkah?