Rupanya hal ini bukan menjadi masalah buat Toyota, seperti yang disampaikan Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, di Karawang Jawa Barat.
"Sebenarnya Toyota dan Daihatsu itu memiliki pemikiran yang sejalan. Karena di Jepang satu company, karena memang Toyota dan Daihatsu itu punya segmen tersendiri. Sebenarnya kita memproduksi keahliannya masing-masing, karena mobil kecil itu Toyota enggak ahlinya makanya Daihatsu yang mendapatkan tugas," ujar Warih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga dirinya menilai, Toyota Cayla dan Daihatsu itu situasinya sama dengan Toyota Innova yang diproduksi di TMMIN dan Toyota Avanza yang diproduksi di Daihatsu.
"Dulu waktu kita memperkenalkan Innova 2003, dan 2004 dalam waktu bersamaan kita mmperkenalkan Avanza. Awalnya jadi kita launching Innova penjualan naik dan ada Avanza turun, tapi sekarang kamu lihat memang masyarakat indonesia itu masih banyak mid low. Tapi orang Indonesia yang punya uang juga banyak," katanya.
"Sehingga Innova sekarang itu 4.000 sampai 5.000 unit. Ini menandakan ada segmen masing-masing, dan ini menariknya negara tercinta kita. Kita punya segmentasi itu tanpa mengabaikan mobil kompak," ujarnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk